Kau bangunkan aku dari mimpi jingga ini
Tapi, biarkan tubuh ini bersama raga ini tetap terlelap dalam selimut malam yang kian kelam
Karna tak kuinginkan satu detikpun hilang dari ingatanku
Maka, relakan saja semua yang kutinggalkan apapun adanya
Keangkuhanku telah membawa diriku pada dunia yang lain
Dunia dimana segalanya adalah abadi untukku
Dan jika diriku selalu melihat bayanganmu dibelakangku
Sedang pikiran ini tak sanggup kukuasai lagi
Dengan suara lantang kan kuteriakkan:
“Wahai dunia, bawalah aku ketempat dimana aku dapat berdiri diatas bayanganku sendiri dan biarkan aku hidup dalam masa depan, bukan masa lalu (dan aku yakin itu)”
Hingga waktu membawaku pada belaian kehangatan cinta, yang telah membuat diriku sombong pada mendung:
“Bahwa awan atau pun hujannya tak sanggup menudungiku dengan mendung kesedihannya”
Namun samudera terus mencaciku:
“Tak akan ada hati yang tak pernah satu kalipun tersentuh oleh tangan halus penderitaan. Walau masa dan abad membawa dunia pada kebutaan akan cinta.”
Sekejap roh ini kembali pada jasad yang terlontar di tengah permainan mimpi.
Aku bangkit,
Dan tiba-tiba kuberbisik:
“Alam terlalu kejam untuk mengenal cinta.”
Minggu, 28 Juni 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar