Bagaimana harus kutuliskan semua ini?
Saat senja temaram ternyata itulah waktuku kini..
Semburat kuning memancarkan kemerahan darah bumi
Aku ingin segera bertemu pagi, kala surya muncul terangi jalanku tuk tudungi dari gelapnya malam,
Aku tak mau gelap ini…
Aku ingin menyisir pagi… menitiki tiap alunan memori…
Bagai awan hitam, apakah tinggal menunggu hujan?
Apa setelah hujan ini bisa kudapat pelangi atau tetap mendung?
Beriku jalan kedamaian hati…
Bunuh jiwaku bila kau mau, agar aku tak selalu tersiksa begini, seperti digantung dalam lingkaran mendung…
Aku tak pernah menyangka bahwa panahmu lebih tajam dari duri mawar…
Minggu, 28 Juni 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar