Minggu, 28 Juni 2009

Aku bisa menatap angin,
melihatnya berjalan melewati duniaku
Aku dapat merasakan,
perihnya lava pijar yang mengalir melalui rongga tubuh
Begitu dinginnya es yang tertinggal dari jejakmu
Begitu lembutnya hujan yang tertinggal dari suaramu
Setelah jatuhnya daun trakhir musim gugur
Ku yakin akar itu tidak mati, tapi bersiap tuk munculkan tunasnya kembali

Tidak ada komentar:

Posting Komentar