aku memandangmu di batas raga antara engkau dan aku,
sepi ini memisahkan kita dulu
dan akhirnya kita terjaga
dalam rindumu yang mewarisi malam
yang bergejolak tentang hujan
lama sua lewati waktu
dalam warna warni jingga nan kelabu
dan kau tetap ada di batas cakrawala itu
hingga kulihat ada tanah dari baris permohonanmu:
kan kau apakan jejak langkah ditengah rawa-rawa
biar terus berujar diantara ribuan rasa
jangan lagi tinggalkan air mata
sosokmu adalah siluet yang berharga
Senin, 13 Juli 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar